July 10, 2020

Tata Cara Salat Witir Dengan Baik dan Benar

Niat dan Tata Cara Salat Idulfitri di Rumah Selama COVID-19

Dalam hal ini, para ulama telah sepakat bahwa waktu shalat witir tidaklah masuk kecuali setelah Isya’ dan waktunya tetap berlangsung hingga Shubuh.

Dari Abu Bashra Radhiyallahu anhu bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :

Artinya : “Sesungguhnya Allah Subhana wa Ta’ala telah memberi kalam tambahan shalat, yaitu shalat witir, maka shalat witirlah kalian antara waktu shalat Isya’ hingga shalat Shubuh.”

Iman Ahmad meriwayatkan, bahwa Ibnu Mas’ud berkata : “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam melakukan shalat witir pada awal malam, pertengahan dan akhir malam.”

Dari ‘Aisyah Radhiyallahu anhuma, ia berkata,”Setiap malam, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam melakukan shalat witir, sejak awal malam, pertengahan dan akhir malam, dan shalat witirnya ini berakhir hingga waktu sahur.”

Dari hadits-hadits lainnya dari jalur lain yang menunjukkan bahwa semua waktu malam sejak Isya’ hingga Shubuh adalah waktu bagi shalat witir. Namun, permasalahannya;”Jika seseorang menjama’ shalat Isya’ dengan shalat Maghrib secara jama taqdim sebelum tenggelamnya mega merah (melakukan keduanya pada waktu maghrib), maka ia boleh melakukan shalat witir setelah shalat Isya yang dilakukannya. Pendapat ini dikemukakan oleh mayoritas ulama.

Waktu Shalat Witir Yang Paling Utama 

Yang paling utama adalah mengakhirkan pelaksanaan shalat witir hingga akhir malam, hal ini diperuntukkan bagi orang yang yakin bahwa dirinya akan bangun (di akhir malam), berdasarkan hadits Jabir Radhiyallahu anhu, ia berkata, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam :

Artinya : “Barangsiapa yang khawatir tidak bangun pada akhir malam, maka hendaklah dia melakukan shalat witir pada awal malam. Dan barangsiapa yang bersikeras untuk bangun pada akhir malam, maka hendaklah dia melakukan shalat witir di akhir malam, karena shalat di akhir malam itu disaksikan (oleh pada malaikat), dan hal itu adalah lebih utama.”

Selain itu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam pun sering melakukannya di akhir malam. Dalam hal ini, disebutkan dalam dua kitab shahih dan yang lainnya beberapa hadits dari sejumlah sahabat yang menjelaskan bahwa beliau melakukan shalat witir di akhir malam, bahkan pada sebagian hadits tersebut dijelaskan tentang perintah menjadikan shalat witir sebagai akhir dari shalat malam. Tidak hanya seorang yang mengatakan bahwa pendapat ini adalah pendapat seluruh ulama.

Dari Sa’ad bin Abi Waqqash Radhiyallahu anhu, ia berkata, saya pernah mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :

Artinya : “Orang yang tidak tidur sebelum melakukan shalat witir, adalah orang yang teguh (iman-nya).”

Jumlah Rakaat Shalat Witir

Shalat witir ini tidaklah memiliki jumlah rakat tertentu, namun jumlahnya yang paling sedikit adalah satu rakaat, berdasarkan sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam :

“Shalat witir itu  satu rakaat di akhir malam.” (HR.Muslim).  

Dab tidak dimakruhkan melakukan shalat witir hanya satu rakaat saja, hal ini berdasarkan sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam :

“Dan barangsiapa yang senang melakukan shalat witir satu rakaat, maka hendaklah dia melakukannya.”

Sahalat witir yang paling utama adalah sebelas rakaat, yang dilakukan dua rakaat dua rakaat, dan diganjilkan dengan satu rakat, berdasarkan ucapan ‘Aisyah Radhiyallahu anhuma :

“Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam melakukan shalat malam hari sebanyak sebelas rakat dengan mengganjilkan diantaranya dengan satu rakaat.” 

Tata Cara Salat Witir 1 Rakaat

* Niat

* Takbiratul ihram

* Membaca Al-Fatihah dan surat dalam Al Quran

* Ruku’

* I’tidal

* Sujud

* Duduk diantara dua sujud

* Sujud

* Tahiyatul Akhir

* Salam

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *