April 16, 2021

Berita Luar Negeri: Rencana Pelonggaran Lockdown COVID-19 di Inggris

Kasus Covid-19 Berkurang, Inggris Buka Pelonggaran Lockdown - Kabar24  Bisnis.com

Berita terbarukali ini datang dari Inggris mengenai rencana pelonggaran lockdown COVID-19. Di Inggris sendiri, rencana empat tahap pelonggaran lockdown COVID-19 yang disusun PM Boris Johnson tidak disepakati oleh beberapa pihak. Meskipun banyak juga yang menerimanya, namun beberapa pihak menganggap jika rencana Johnson ini terlalu lamban. Pihak-pihak yang tidak menyepakati rencana ini menganggap bahwa rencana Johnson bisa membuat Inggris kian terpuruk, alih-alih menyelamatkan perekonomian Inggris.

Steve Baker yang merupakan anggota parlemen dari partai konservatif adalah salah satu yanng memberikan kritik terhadap hal ini. Menurutnya, rencana pelonggaran lockdown COVID-19 di Inggris tidak harus sampai empat tahap karena mengacu pada perkembangan vaksinasi COVID-19 serta dampak dari vaksin itu sendiri di Inggris. Baker berujar bahwa pengumuman pelonggaran ini akan menjadi pukulan bagi bisnis penerbangan, pub, restoran, hotel, gym, seni, dan hiburan. Menurutnya, rencana ini tidak mengacu pada data. Mengacu pada rencana pelonggaran yang dibuat Johnson yang memiliki empat tahapan, lama pelonggaran akan memakan waktu 4-5 bulan. Hal ini mengacu kepada estimasi Johnson dimana satu tahapan akan memakan waktu 4-5 pekan dengan catatan protokol kesehatan dipatuhi dan pandemi COVID-19 mereda.

Baker mengungkapkan bahwa bisnis retail dan hiburan baru akan buka pada tahap kedua (April) dan ketiga (Mei). Menurutnya, bisnis-bisnis itu berpotensi menghadapi lockdown COVID-19 yang lebih lama lagi karena durasi tiap tahapan ini memiliki sifat dinamis, menyesuaikan dengan situasi pandemi, seperti yang dinyatakan Boris Johnson. Baker menganggap bahwa rencana Boris Johnson terlalu lamban, namun hal ini tidak sepenuhnya salah karena ia mengacu pada perkembangan vaksinasi di Inggris yang berjalan cepat. Vaksinasi di Inggris bahkan lebih cepat dibanding perkiraan, dimana Inggris telah memberikan dosis pertama vaksin COVID-19 pada 17,5 juta penduduk per Senin kemarin.

Data penelitian Universitas Edinburgh dan Universitas Strathclyde menunjukkan bahwa vaksinasi terbukti efektif melindungi warga dari gejala COVID-19. Empat pekan semenjak warganya menerima vaksin, angka kemungkinan dilarikan ke rumah sakit di Inggris turun 94 persen, dimana angka ini nyaris 100 persen. Hal inilah yang membuat Baker yakin Johnson seharusnya bisa lebih agresif dalam melonggarkan lockdown COVID-19.

Namun di sisi lain, Chris Witty selaku Kepala Tenaga Medis Inggris tidak sependapat dengan Baker. Ia berujar bahwa masih ada ancaman wabah COVID-19 meledak lagi. Karena menurutnya, selama seluruh warga Inggris belum divaksinasi, maka ancaman wabah dianggap masih ada. Ia juga mengatakan bahwa isu ini harus dilihat untuk jangka panjang. Ia merasa bahwa COVID-19 bisa menjadi masalah lagi pada periode musim dingin berikutnya di Inggris, sama seperti tiap tahunnya ada orang yang meninggal karena flu atau pneumonia.

Seperti yang diketahui, bahwa rencana pelonggaran lockdown COVID-19 dari Boris Johnson memiliki empat tahapan yang tidak akan lebih dari 5 pekan jika semua warga patuh terhadap protokol yang berlaku selama pelonggaran. Empat tahapan tersebut diantaranya:

  1. Pelonggaran tahap pertama, yang secara resmi akan dimulai pada 8 Maret 2021 nanti.
  2. Pelonggaran tahap dua, yang akan dimulai pada April 2021 jika tahap satu berjalan lancar.
  3. Pelonggaran tahap tiga, akan dimulai pada Mei 2021 jika tahap dua berjalan lancar
  4. Pelonggaran tahap keempat, akan dimulai Inggris pada Juni 2021. Di tahapan terakhir ini, nyaris seluruh aturan pembatasan sosial di Inggris akan dihapus.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *